Rammang Rammang Maros | Desa Rammang Rammang Maros Wisata Di Maros Makassar

Objek Wisata Desa Rammang Rammang Maros saat ini mulai dikenal oleh khalayak luas sehingga dilirik sebagai salah satu tempat wisata di Maros Makassar. Bagi kamu yang masih belum cukup akrab dengan wisata Makassar ini yang notabene merupakan sebuah kawasan pegunungan kars (batu kapur) yang konon dikatakan sebagai gunung kars terluas di dunia setelah Tsingy, Madagaskar serta Shilin, Tiongok Chinna. Oleh sebab itulah maka Rammang Rammang Maros ditetapkan oleh UNESCO sebagai situs World Heritage terhitung sejak 2001. Cukup membangkan bukan? 

Jika kamu belum tau tentang Maros, sebenarnya Maros merupakan salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten Maros secara adminitratif terbagi atas 14 Kecamatan, dimana dari kesemua kecamatan tersebut yang paling terkenal yakni Kecamatan Bontoa. Mengapa begitu? pasalnya di kecamatan ini terdapat beberapa tempat wisata Maros terbaik yang mengagumkan, salah satunya ialah Rammang Rammang Maros. Dikenal pula dengan menjadi salah satu tempat wisata di Pangkep (Pangkajene Kepulauan) dikarenakan lokasi wisatanya terletak di bagian selatan Maros yang langsung berhubungan dengan Kabupaten Pangkep. 

Nama Maros mulai dikenal secara luas di Indonesia terhitung sejak kurang lebih 3 atau 4 tahun belakangan ini, dikarenakan beredarnya beberapa foto-foto indah akan suasana sebuah desa yang tepat berada ditengah-tengah kawasan pegunungan kars dengan alam sekitar yang masih sangat alami terjaga hingga saat ini. Semenjak itulah banyak orang yang mencari informasi tentang Maros Makassar yang tentu saja derdampak positif bagi perekonomian para warga sekitar dari mulai banyaknya para wisatawan yang berkunjung. Mengacu akan hal tersebut maka kali ini saya akan mengulas perihal potensi wisata gunung kars Maros di Desa Rammang Rammang Maros Pangkep. Penasaran akan suasananya? kamu dapat simak segala informasinya dalam konten artikel Tempat Wisata Mania dibawah ini.

Pada sore hari ini saya akan memaparkan secara detail perihal Rammang Rammang Maros atau Desa Rammang Rammang Maros wisata di Maros Makassar. Semoga kiranya segala informasi yang nantiny disampaikan dapat membantu dan bermanfaat bagi kamu atau pun para pembaca budiman sekalian.

Rammang Rammang Maros
Desa Rammang Rammang
Sebelum lanjut, tau kah kamu arti nama tempat ini dalam bahasa Makassar? berasal dari kata "Rammang" yang berarti "Awan" atau "Kabut", sehingga tempat ini bisa juga diartikan sebagai sekumpulan awan kabut. Menurut para warga tentang asal muasal sejarah sekitar dikarenakan ketika pagi hari atau saat hujan maka kawasan ini akan dipenuhi oleh awan atau kabut tersebut.

Lokasi wisata ini terdiri dari gugusan pegunungan Kars yang terbentang seluas 45.000 hektare yang masih termasuk dalam wilayah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (Maros-Pangkep) dan dari seluruh luas kawasannya terbagi menjadi dua komplek taman hutan batu yakni di Desa Salenrang serta Desa Berua. Dimana untuk kedua desa ini memiliki suasana yang tak jauh berbeda, liburan di Makassar kali ini kamu akan dapat merasakan pengalaman seru dengan berkunjung ke desa wisata yang mampu menjuguhkan suasana layaknya sedang berada di jaman Megalithikum yang jauh dari peradaban. Sebelum lanjut, tambahan informasi tentang Tebing di Indonesia Terindah.

Selain kamu dapat dapat menikmati panorama pegunungan sekitar, kemudian masih ada lagi keseruan lainnya yakni kamu dapat menyusuri Sungai Pute untuk menuju Desa Berua. Mengikuti aliran Sungai Pute terasa begitu menyenangkan, mengapa begitu? inilah sebabnya dikarenakan suasana disekitar sungai yang memiliki ekosistem yang masih sangat asri serta terlihat hamparan tebing batu kars dan nampak pula beberapa rumah tradisional diantara hutan-hutan yang ada. Sungguh unik bukan liburan ditempat ini?
Rammang Rammang Maros
menyusuri Sungai Pote
Lokasi Rammang Rammang terletak di Desa Selerang, Kecamatan Bontoa, Maros atau tepatnya sekitar 49.6 Km dari utara pusat kota Makassar dengan lama perjalanan sekitar 1.5 hingga 2 jam perjalanan. Secara umum untuk menuju lokasi Rammang Rammang Maros terbilang cukup mudah dikarenakan berada tak jauh dari jalan raya lintas Provinsi, dimana untuk mencapainya kamu dapat menggunakan kendaraan pribadi atau pete-pete (sebutan angkutan umum di Makassar). Tak perlu khawatir karena lokasinya cukup aman untuk kamu menggunakan kendaraan umum, terlebih para supir pete-pete sudah biasa mengantarkan para wisatawan yang ingin datang ketempat wisata ini. 

Bagi kamu yang berdomisili diluar kota Makassar ataupun Pulau Sulawesi dapat langsung terbang menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar sebagai titik start awal perjalanan. Kemudian kamu dapat melanjutkan perjalanan ke Rammang Rammang Maros atau arah Pangkep dengan menggunakan dua opsi yakni menyewa kendaraan disekitar Bandara atau menggunakan pete-pete. 

*Menggunakan kendaraan Pribadi 
  • Dari pusat kota Makassar, kamu dapat arahkan kendaraan menuju Jl. A.P.Pettarani di Tamamaung. Kemudian ikuti jalan tersebut hingga nantinya kamu akan masuk ke Jalan Tol Reformasi.
  • Ikuti jalan tol tersebut hingga nanti kamu keluar memutar menuju Jalan Tol Insinyur Sutami. Lalu menuju Jalan Poros Palopo-Makassar hingga melewati Jalan Poros Makassar-Maros.
  • Terus ikuti jalan tersebut hingga nantinya kamu akan melewati Jalan Poros Maros-Pangkep. Setelah kamu mulai masuk ke Salenrang, Maros, kamu harus memutar jalan kembali di Kalibone, Pangkep (tak jauh dari Tugu Selamat Datang di dekat Pasar Kalibone) dan ikuti jalur kembali ke Salerang, Maros.
  • Kemudian nantinya kamu akan menemukan sebuah pertigaan jalan menuju Desa Saleang dan ikuti jalan tersebut nantinya kamu akan menemukan arah ke Dermaga.
*Menggunakan angkutan umum (pete-pete) 
  • Dimana kamu dapat menuju Terminal Daya, Makassar kemudian naik pete-pete dengan jurusan Daya-Pangkep (mobil angkot berwarna biru) lalu turun di Bontoa. Jika kamu khawatir tersasar, kamu dapat katakan saja pada supir agar menurunkan kamu di Rammang Rammang. 
  • Setelah itu kamu dapat menyambung menuju Desa Selenrang menyusuri jalan kampung sepanjang sekitar 1 Km untuk menuju Dermaga, dimana disini kamu dapat menggunakan 2 opsi antara berjalan kaki atau naik ojek dengan biaya sekitar Rp. 10.000-Rp. 15.000/orang (tergantung tawar menawar). 
Untuk kedua opsi ini kamu sama-sama akan mengarah ke Dermaga untuk melanjutkan kembali perjalanan menggunakan perahu untuk menyusuri Sungai Pote (seperti dalam penjelasan diatas). Namun di kawasan wisata Rammang Rammang Maros terdapat 2 opsi Dermaga yang dapat digunakan yaitu Dermaga I dan Dermaga II dimana untuk semuanya akan sama-sama mengarah ke Dermaga III di Desa Berua. Namun masing-masing Dermaga pastinya memiliki kelebihan atau kekurangan satu sama lainnya, berikut adalah kelebihan serta kelemahan tersebut yang jarang diketahui oleh wisatawan.

Rammang Rammang Maros
Gang masuk Desa Rammang Rammang
 *Menyebrang melalui Dermaga I

Rammang Rammang Maros
Dernaga I
Kekurangan
  1. Bila kamu menggunakan opsi ini untuk menyebrang ke Desa Berua akan memakan waktu tempuh yang cukup lama yakni sekitar 60 menit dikarenakan jaraknya yang cukup jauh.
  2. Dikarenakan jaraknya yang cukup jauh maka secara otomatis biaya untuk menyewa perahu yang akan digunakan cukup besar yakni sekitar Rp. 350.000/kapal (pergi-pulang) untuk kapasitas maksimal 5 orang.
  3. Jika kamu memilih opsi ini, maka secara otomatis kendaraan kamu akan diparkir pada area parkir Dermaga I. Kemudian sekembalinya kamu dari lokasi-lokasi yang dituju, maka kamu akan kembali berlabu nantinya di Dermaga II dan harus menggunakan jasa ojek untuk kembali ke Dermaga I melalui jalur darat.
Kelebihan 
  1. Meskipun jarak tempuhnya lebih jauh, namun kamu dapat puas menikmati suasana aliran Sungai Pote lebih lama, suasana alam sekitar yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata seakan menjadi penghibur yang seakan membuat waktu tak terasa lama.
  2. Walaupun biaya yang dikeluarkan untuk menyewa perahu lebih besar, namun kamu dapat puas menikmati segala lokasi menarik yang ada di kawasan wisata ini.
  3. Kamu dapat menentukan jalur lokasi yang dituju lebih teratur dengan urutan Desa Berua-Desa Salenrang kemudian barulah ke Dermaga II.
*Menyebrang melalui Dermaga II

Rammang Rammang Maros
Dermaga II
Kekurangan
  1. Dikarenakan jaraknya yang lebih dekat hanya sekitar 20 menit, tentu kamu kurang dapat menikmati perjalanan menyusuri Sungai Pote.
  2. Jika kamu menggunakan opsi ini, maka kamu akan berkunjung dengan rute Desa Salenrang-Desa Berua kemudian kembali lagi langsung menuju Dermaga II.
Kelebihan
  1. Secara otomaatis biaya sewa perahu di Rammang Rammang Maros lebih murah yakni hanya sekitar Rp 250.000/kapal untuk kapasitas maksimal 7 orang (pergi-pulang).
  2. Kamu tak perlu meyewa ojek karena kendaraan yang kamu gunakan parkir disekitar Dermaga II.
Tak terasa menyusuri keindahan suasana disekitar Sungai Pote dengan ekosistem yang menyerupai sebuah rawa dengan tumbuhan gambut yang banyak dijumpai pada beberapa titik. Ditambah dengan bentuk rangkaian beberapa batu kars dengan berbagai ukuran menghiasi sepanjang sungai, keseruan dan takjub akan keindahannya mampu membuat bibir ini tak bisa berkata-kata, lalu seakan mata pun bingung harus memfokuskan kearah mana penglihatannya karena semuanya begitu mengagumkan. Untuk dapat membuktikan segalanya rasanya kamu haruslah datang sendiri ke Rammang Rammang Maros.

Setibanya kamu di Dermaga III pada Desa Berua, inilah anti klimaks dari perjalanan kamu di salah satu tempat wisata di Makassar yang satu ini. Begitu kamu turun dari atas perahu, nantinya kamu akan dikenakan biaya retribusi tiket masuk Desa Berua sebesar Rp. 5.000/orang. Terkagum dengan suasana desa yang bagaikan sebuah lukisan karya alam sungguh indah sejauh mata memandang. Bagaimana tidak? pasalnya Desa Berua Maros merupakan sebuah perkampungan kecil yang dikelilingi oleh perbukitan serta tebing batu kars yang seakan melindunginya dari peradaban sentuhan modernisasi, dimana secara gambaran umum suasana hampir serupa seperti Kampung Pitu di  Gunung Api Purba Jogja , namun dengan skala wilayah yang lebih luas.

Rammang Rammang Maros
suasana Desa Berua
Sebagai tambahan informasi, Desa Berua hanya memiliki warga berjumlah 10 Keluarga saja yang juga mendiami sekitar 10 rumah saja. Jika dipikir dengan logika bagaimana bisa mereka bertahan hidup selama ini yang hanya mengandalkan satu-satunya akses adalah Sungai Pote. Dimana secara umum para warga Desa Berua berprofesi sebagai petani, maka kamu tak kan heran jikalau dikawasan desa ini begitu banyak sawah yang begitu cantik diantara tebing-tebing tinggi yang mengelilingi seluruh kawasan desa ini. Inilah salah satu keindahan yang tak akan kamu dapatkan ditempat lainnya selain di Desa Berua Rammang Rammang Maros.

Rammang Rammang Maros
hamparan sawah
Berkeliling menikmati suasana desa yang menakjubkan serta bercengkrama dengan para warga sekitar yang begitu hangat menyambut setiap kedatangan para wisatawan memberikan nilai plus lagi terhadap wisata di Maros ini. Lelah dan lapar setelah menjelajah alam Desa Berua, kamu tak perlu khawatir dimana sudah disediakan sebuah caffe sederhana yang terletak disalah satu sudut tebing batu kars, dimana untuk menuju caffe ini kamu diharuskan menaiki anak tangga terlebih dahulu. Cukup unik bukan? perihal biaya makanan dan minuman yang disediakan pada menu caffe ini secara umum cukup terjangkau dengan biaya relatif berkisar antara Rp. 5.000 hingga Rp. 15.000 saja. Menikmati sajian ditengah alam indah seperti ini seakan berada disurga dunia, bahkan jika pada waktu libur tiba maka para wisatawan pun  harus rela mengantri untuk mendapatkan tempat duduk di caffe ini. Secara umum setiap yang berkunjung ke Desa Rammang Rammang pastinya tak akan melewatkan pengalaman unik menikmati santap makan seraya melihat pemandangan sekitar dari ketinggian ditengah suasana desa yang begitu asri. 

Seakan belum mengenal kata habis akan pesonanya, disekitar Desa Berua pun terdapat beberapa lokasi menarik yang sangat sayang dilewatkan. Dimana kamu dapat berkunjung ke Hutan Batu Kapur Berua, Telaga Bidadari, Goa Telapak Tangan, Goa Bulu' Barakka dan Goa Pasaung. Setelah puas berpetualang di Desa Berua, kamu dapat menuju Desa Salenrang untuk berkunjung ke Hutan Batu Salenrang yang tepat berada di sebrang sungi depan Dermaga II. Namun untuk menuju Desa Salenrang, kamu haruslah berjalan kaki terlebih dahulu sekitar 300 meter untuk mencapai lokasinya. Itulah sebabnya saya merekomendasikan kamu untuk berkunjung ke tempat wisata ini lebih baik menggunakan opsi penyebrangan dari Dermaga I. Melihat segala potensi wisatanya tak salah memang jikalau kamu menjadikannya sebagai salah satu tempat wisata di Maros yang wajib dikunjungi. 

*Tips
  • Gunakan pakaian yang tepat bila berkunjung sebagai contohnya celana pendek dan kaos, mengingat ini adalah wisata alam yang tentu saja bukan tak mungkin bisa membuat pakaian kamu kotor karena lumpur.
  • Bawalah pakaian ganti karena kamu akan menyebrangi sungai.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman.
Melihat secara langsung akan potensi wisata yang ada, ternyata dari sebuah lokasi terpencil yang mempunyai keindahan alam yang mengagumkan. Begitu banyak yang tersirat dari sebuah arti kehidupan dan pembelajaran yang terkandung dalam sebuah gaya hidup sederhana. Dimana dengan keyakinan para warga Desa Rammang yang tetap memegang teguh prinsip, anmun tetap bisa hidup bergandengan dengan damai satu sama lainnya. Kemudian jika kita mengacu pada masyarakat modern saat ini, akan lebih baik rasanya menjadi orang primitif dari pada orang modern yang berfikir primitif. Berpeganglah pada nalar, agama, agar kelak dapat memfilterisasi segala sesuatu, janganlah mudah menelan segala sesuatu secara mentah tanpa dipikirkan.

Sebagai tambahan wawasan tentang Tempat Wisata Kuningan.

Demikianlah ulasan saya kali ini perihal Rammang Rammang Maros atau Desa Rammang Rammang Maros wisata di Maros Makassar. Terima kasih telah berkunjung ke Tempat Wisata Mania, semoga dari segala informasi yang telah disampaikan dapat menjadi sumber inspirasi bagi kamu atau para pembaca budiman dimana pun anda berada.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel