Gunung Ciremai Kuningan | Pendakian Gunung Ciremai Via Palutungan

Pendakian Gunung Ciremai via Palutungan untuk menaklukkan Puncak Gunung Ciremai Kuningan kerap dipilih sebagai salah satu alternatif terfavorit bagi mereka yang ingin mendaki. Bagi masyarakat luas nama gunung yang satu ini tentulah sudah sangat akrab ditelinga, terlebih bagi para penggemar kegiatan outdoor atau petualangan. Dengan kepopulerannya, tenttu bagi sebagian orang dapat berdiri diatas puncaknya dapat memberikan kepuasan tersendiri, maka tak heran rasanya bilamana gunung ini selalu ramai dipadati para pendaki dari berbagai daerah.

Tapi sebelumnya apa kamu tau nama gunung ini yang sebenarnya ? apakah Gunung Ciremai atau Gunung Ceremai ? Banyak masyarakat yang kadang menyebut gunung ini dengan nama Ciremai, akan tetapi nama sebenarnya ialah Ceremai. Mengacu pada sejarah penamaan gunung ini berasal dari sejenis tumbuhan perdu bernama Cereme "Phyllanthus acidus" (semak belukar dengan tinggi kurang dari 2 meter) yang memiliki buah berasa asam. Akan tetapi kebiasaan dari kebanyakkan masyarakat Jawa Barat yang sering menyebut nama banyak tempat dengan awalan "Ci", membuat nama gunung ini pun berubah menjadi Ciremai.

Gunung ini bertipe gunung berapi yang memiliki tampilan layaknya sebuah krucut besar dengan bentuk yang sempurna. Lantas dimanakah lokasi Gunung Ciremai ? letaknya tercatat secara administratif masuk kedalam dua wilayah kabupaten yakni Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka. 

Seperti yang telah kita ketahui bersama jikalau Kuningan juga sebenarnya memiliki potensi alam lainnya yang sangat beragam, dimana hampir kebanyakan telah disulap menjadi Wisata Kuningan Terbaik yang juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk kamu berlibur. Kemudian untuk Gunung Ciremai dengan ketinggian sekitar 3.078 mdpl yang bisa juga dikatakan sebagai identitas bagi Kabupaten Kuningan, kian membuat daerah ini semakin eksis menjadi salah satu destinasi wisata di Jawa Barat yang wajib dikunjungi. 

Dimana pada kesempatan kali ini saya akan mengulas perihal Gunung Ciremai Kuningan atau pendakian Gunung Ciremai via Palutungan. Semoga segala informasi yang nanti akan disampaikan dapat menjadi sumber inspirasi bagi kamu ataupun para pembaca budiman sekalian yang ingin mendaki gunung ini.
Gunung Ciremai
pendakian Gunung Ciremai
Tentu kamu sudah tau bukan, dimana hampir kebanyakan gunung api memiliki kawah sama seperti Gunung Papandayan, Gunung Merapi, Gunung Slamet atau Gunung Bromo, maka Ceremai pun demikian namun untuk gunung ini bukan hanya terdapat satu buah kawah saja, melainkan ada dua buah kawah yang berada tepat di puncaknya. Dimana kawah bagian barat memiliki luas sekitar 400 meter/segi dan kawah bagian timur yang lebih luas yakni sekitar 600 meter/segi.

Lantas bagaimana cara mendaki Gunung Ceremai ? untuk dapat mendaki, kamu dapat memilih beberapa jalur pendakian Gunung Ciremai seperti berikut ini
  1. Desa Palutungan
  2. Desa Linggarjati
  3. Desa Apuy
  4. Desa Padabeunghar
  5. Desa Linggasana (yang baru dibuka pada 2010 lalu)
Namun berdasarkan informasi yang beredar dibanyak komunitas pendaki yang menyebutkan jika jalur Linggarjati merupakan jalur yang terberat, sedangkan jalur Palutungan merupakan jalur termudah. Oleh sebab itu, pada pendakian kali ini saya memilih menggunakan jalur Palutungan tersebut. Akan tetapi taukah kamu mengapa dinamakan Palutungan ? nama tempat ini berasal dari nama hewan Lutung yang dulu banyak terdapat di daerah tersebut.

Sebelum memulai pendakian, tentu kamu diharuskan tiba terlebih dahulu di Basecamp Palutungan yang berlokasi di Desa Cisantana, Cigugur, Palutungan. Bagi kamu yang ingin mendaki, kamu dapat datang dari domisili kamu saat ini dapat menggunakan kendaraan umum dengan mengikuti petunjuk berikut ini

Dari Jakarta dan Sekitarnya
  • Gunakan bus antar kota dari termina terdekat seperti contohnya dari Terminal Lebak Bulus menuju Kuningan 
  • Setibanya di Terminal Kuningan, sudah banyak para supir angkutan umum yang menawarkan jasanya dan setelah mendapatkan angkot mobil elf, kamu dapat melanjutkan perjalanan menuju arah Resort Cigugur atau Basecamp Kantor Taman Nasional Gunung Ciremai Palutungan dengan biaya sekitar Rp. 35.000/orang
Gunung Ciremai
plang basecamp Palutungan
Setelah sampai di basecamp, kamu dapat langsung meregistrasikan diri dan membayar biaya Simaksi Gunung Ciremai terbaru update 2018 yakni sekitar Rp. 50.000/orang (include Sertifikat dan gratis 1x makan setelah turun gunung). Jika segala persiapan telah dirasakan cukup, maka saatnya untuk mulai menapaki jalur pendakian Palutungan, berikut uraiannya

Gunung Ciremai
sertifikat pendakian Gunung Ciremai
Gunung Ciremai
peta jallur Pendakian Gunung Ciremai via Palutungan

1. Tugu Selamat Datang

Gunung Ciremai
Tugu Selamat Datang
Sebagai cek point pertama kamu diharuskan menuju Tugu Selamat Datang, dimana untuk estimasi waktu yang dibutuhkan dari Basecamp sekitar 60 menit. Dengan tekstur jalur berupa tanah yang masih terbilang landai yang mulai memasuki kawasan hutan.

2. Pos Cigowong (Pos 1)

Gunung Ciremai
Pos Cigowong
Gunung Ciremai
warung di Pos Cigowong
Untuk tujuan selanjutnya ialah Pos Cigowong dari Tugu memerlukan waktu sekitar 2 jam dengan kondisi jalur yang landai, namun dibeberapa titik mulai menanjak. Pada Pos Cigowong terdapat sebuah tanah lapang yang cukup luas yang telah dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang cukup lengkap seperti mushollah, shellter hingga warung. Sebagai tambahan informasi untuk sepeda motor hanya bisa digunakan hingga titik ini. Bagi kamu yang ingin menyegarkan badan, kamu dapat menuju mata air yang notabene menjadi satu-satunya mata air di Ciremai ini.

3. Pos Kuta (Pos 2)

Gunung Ciremai
Pos Kuta
Untuk menuju Pos Kuta dari Pos Cigowong dibutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan kondisi jalur yang sudah mulai menanjak. Suasana disekitar pos hanyalah berupa tanah lapang yang berukuran kecil dan hanya bisa digunakan untuk sekedar beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan kembali.

4. Pos Paguyangan Badak (Pos 3)

Gunung Ciremai
kondisi jalur pendakian
Dari cek point Pos Kuta untuk menuju Pos Paguyangan Badak dibutuhkan waktu dengan estimasi sekitar 40 menit. Kondisi trek pendakian dari sebelumnya hanya berupa tanah, kini sudah mulai dipenuhi akar-akar besar sehingga dibutuhkan kehatian-hatian exta agar tidak tersandung/terjatuh. 

5. Pos Arban (Pos 4)

Dibutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk menuju cek point selanjutnya yaitu Pos Arban, dengan kondisi jalur yang semakin menanjak namun tidak terlalu terjal. Setibanya di Pos Arban, kamu dapat beristirahat disekitar pos yang hanya berupa tanah lapang kecil.

6. Pos Tanjakan Asoy (Pos 5)

Gunung Ciremai
Pos Tanjakan Asoy
Gunung Ciremai
anak tangga di Jalur Tanjakan Asoy
Dari Pos Arban menuju Pos Tanjakan Asoy dibutuhkan waktu sekitar 60 menit, dan setibanya di titik ini kamu dapat beristirahat sejenak sebelum menaiki jalur terjal sekitar 50 meter, inilah sebuah tanjakan yang terkenal dikalangan para pecinta alam dengan nama "Tanjakan Asoy". Demi memudahkan para pendaki sudah disediakan anak tangga dari tanah, namun sudah terbayang bukan rasa lelah dan pegal ketika menaikinya ? Pada Pos Tanjakan Asoy dikarenakan memiliki tanah lapang yang cukup luas, maka kerap digunakan untuk berkemah/camping jika keadaan area camping diatas telah penuh, kemudian baru sekitar dini hari kembali melanjutkan perjalanan untuk summit.

7. Pos Pasangrahan 1 (Pos 6)

Untuk menuju Pos Pasangrahan setelah melalui Tanjakan Asoy dibutuhkan waktu sekitar 45 menit. Pada Pos Pasangrahan ini dapat kamu gunakan sebagai alternatif tempat camping jika keadaan area camping diatas telah penuh.

8. Pos Pasangrahan 2 (Pos 7)

Gunung Ciremai
Pos Pasangrahan 2
Gunung Ciremai
buka tenda
Pos Pasangrahan adalah pos selanjutnya yang harus kamu tuju, dimana kondisinya tak jauh berbeda dengan Pos Pasangrahan 1 yang hanya memakan waktu tempuh sekitar 30 menit. Pada Pos Pasangrahan 2 inilah yang kini digunakan sebagai area camping terakhir bagi para pendakian Gunung Ceremai. 

9. Pos Sangiang Ropoh (Pos 8)

Gunung Ciremai
pecahan jalur antara Jalur Apuy dan Palutungan
Setelah membuka tenda/camping di Pos Pasangrahan 2, biasanya para pendaki akan melanjutkan perjalanan pada dini hari untuk summit attack. Dimana dari Pasangrahan 2 ke Sangiang Ropoh membutuhkan waktu sekitar 60 menit. Di tengah jalur dari Sangiang Ropoh ke pos selanjutnya nantinya kamu akan menemukan sebuah persimpangan jalur yang mempertemukan antara jalur pendakian Apuy dengan Palutungan.

10. Pos Goa Walet (Pos 9)

Gunung Ciremai
Pos Goa Walet
Untuk cek point selanjutnya ialah Goa Walet, apa itu Goa Walet ? merupakan sebuah goa yang berada diketinggian sekitar 2.950 mdpl yang terletak tepat dibawah jalur pendakian, dimana goa ini tercipta karena dilokasi inilah bekas titik letusan Gunung Ceremai, dikarenakan bentuknya yang menyerupai sebuah goa maka tempat tersebut menjadi tempat tinggal bagi ratusan burung walet, dan akhirnya para warga sekitar gunung menamakannya Goa Walet. Beberapa waktu yang lalu lokasi Goa Walet menjadi area camping yang paling aman karena letaknya yang terlindung dari kencangnya angin malam, akan tetapi sekitar tahun 2016 lalu pihak pengelola memutuskan untuk melarang area tersebut untuk dijadikan area camping hingga saat ini, dan secara otomatis membuat area Pos Pasangrahan 2 menjadi lokasi camping terakhir.

11. Puncak Ciremai

Gunung Ciremai
fotoria di Puncak Ciremai
Gunung Ciremai
sunrise di Gunung Ciremai
Gunung Ciremai
cekrikkkkkk......
Jika kamu telah melewati Goa Walet, maka artinya kamu sudah hampir tiba di Puncak Gunung Ceremai karena dari titik itu hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit saja. Akan tetapi kondisi jalur yang akan dilalui akan berubah menjadi berbatu sehingga kamu perlu extra hati-hati untuk melaluinya. Pada bagian puncak, seperti dalam penjelasan diatas terdapat kawah Ceremai yang kini telah diberikan pagar pembatas sehingga lebih aman. 

*Tips
  • Siapkan segala keperluan dengan baik seperti bahan logistik untuk makanan dan minuman
  • Untuk bahan logistik sebaiknya simpan dalam tenda, karena masih banyak satwa liar disekitar gunung seperti babi hutan contohnya
  • Bawa alat penerangan seperti santer atau handlamp untuk trekking dimalam hari 
Berdiri diatas puncak membuat kita sadar bahwasanya kita hanya akan mendapatkan kesedihan dan penderitaan dalam pendakian, namun saya mendaki karena saya bisa. Karena dari setiap puncak yang kita datangi pasti akan mengajarkan sesuatu.
Demikianlah ulasan saya kali ini perihal Gunung Ciremai Kuningan atau pendakian Gunung Ciremai via Palutungan. Terima kasih telah berkunjung ke Tempat Wisata Mania, semoga segala informasi yang telah disampaikan dapat bermanfaat bagi kamu atau para pembaca budiman dimanapun anda berada.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel